Pesawahan - MAHASISWA KKN TIM II UNDIP MENGADAKAN PROGRAM KERJA PEMBUATAN ARANG BRIKET DARI LIMBAH SEKAM PADI DI DESA PESAWAHAN PADA TANGGAL 27 JULI 2026

MAHASISWA KKN TIM II UNDIP MENGADAKAN PROGRAM KERJA PEMBUATAN ARANG BRIKET DARI LIMBAH SEKAM PADI DI DESA PESAWAHAN PADA TANGGAL 27 JULI 2026

            Mahasiswa KKN TIM II UNDIP melaksanakan program multidisiplin II dengan judul program “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Sebagai Energi Terbarukan” yang terlaksana pada Senin, 27 Juli 2026. Tujuan dari program kerja KKN ini sejalan dengan program kecamatan berdaya yang ke-3 yaitu program kerja pemberdayaan masyarakat produktif. Masyarakat produktif diharapkan dapat melanjutkan program ini agar limbah sekam padi dapat menjadi penghasilan dan memajukan ekonomi Desa Pesawahan. Program kerja ini juga sejalan dengan lima nilai SDG’s yaitu SDG’s 7, 8 dan. Sejalan dengan SDG’s 7, (energi terbarukan dan terjangkau) dimana briket sekam padi sebagai energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada energi fossil. Penerapan program pada SDG’s 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) yaittu melalui pengembangan peluang usaha masyarakat. Limbah sekam padi yang tidak dikelola oleh masyarakat tersebut dapat didaur ulang menjadi briket organik yang bernilai guna, sejalan dengan SDGs Poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan dan pemanfaatan kembali limbah lokal. 

            Acara yang terlaksana adalah sosialisasi pembuatan arang briket dengan contoh sampel yang sudah dibuat sebelumnya dilengkapi dengan brosur agar masyarakat lebih memahami proses pembuatannya. Forum sosialisasi program ini adalah masyarakat Desa Pesawahan usia produktif dengan mata pencaharian petani. Tujuan dari acara ini adalah menjadikan limbah sekam padi menjadi produk yang lebih berdaya guna. Acara ini dimulai pada pukul 14.00 s/d 15.00 yang dimulai dengan pembukaan, pemaparan latar belakang dan penjelasan pembuatan briket dari sekam padi. Sosialisasi dilaksanakan dengan penggunaan media brosur yang dibagikan tiap orang agar masyarakat lebih memahami dengan tambahan media yang ada. Setiap forum juga diberikan sampel briket untuk melihat langsung produk jadi dari limbah sekam padi yaitu arang briket. Acara berjalan lancar dan masyarakat aktif untuk berdiskusi terkait arang pembuatan arang briket. Acara diakhiri dengan kegiatan dokumenntasi.

            “Program dari KKN UNDIP tahun 2026 di Desa Pesawahan ini sangat tepat dan sangat mengenang, karena mayoritas masyarakat Desa Pesawahan adalah petani dan briket dari limbah sekam padi sangat berguna” ujar Edy Susanto, Kepala Desa Pesawahan.

            Testimoni dari masyarakat sendiri terkait dengan pergantian penggunaan arang kayu biasa ke arang briket ada banyak. Arang briket lebih sedikit menghasilkan polusi asap daripada arang biasa, panas yang dihasilkan arang briket juga lebih stabil sehingga memasak tidak cepat gorong dan matang sempurna, arang briket juga lebih tahan lama karena memiliki kepadatan yang tinggi dan abu yang dihasilkan lebih sedikit dan lebih halus.

            “Saya sebetulnya berharap setelah adanya program pembuatan briket dari sekam padi ini bisa berkelanjutan, karena kalau program ini bisa diterapkan dimasyarakat secara langsung maupun tidak langsung itu bisa menambah penghasilan untuk masyarakat karena lingkungan Desa Pesawahan mayoritas petani dan sesuai dengan tematik desa yaitu agro” ujar Edy Susanto, Kepala Desa Pesawahan.

            Harapan yang dinanti dari program ini adalah program ini bisa berkelanjutan untuk masyarakat produktif karena dapat menambah penghasilan untuk masyarakat Desa Pesawahan. Hal ini juga menjadi solusi karena Desa Pesawahan memiliki produksi industri pertanian yang menyumbang banyak limbah sekam padi. Dengan adanya program ini limbah sekam padi tersebut dapat diolah dengan baik dan memiliki nilai guna.


Dipost : 14 Agustus 2026 | Dilihat : 50

Share :
Artikel Kabar Terkait
BERITA
BERITA
BERITA
BERITA

Artikel Kabar Lainnya
BERITA
BERITA
BERITA
BERITA
BERITA
BERITA
BERITA